Apakah Mengkompres Air Hangat Bisa Redakan Nyeri Sendi Akibat Asam Urat?

Asam urat sebenarnya kerap dialami lansia. Namun, bukan bermakna mereka yang berusia lebih muda dapat safe dari penyakit ini. Ketika terkena asam urat, kegiatan Anda dapat terlalu terganggu sebab nyeri sendi yang terjadi dapat terlalu menyusahkan Anda untuk mobilisasi sendi. Untuk menangani kondisi tersebut, kompres air hangat disebut-sebut mampu diandalkan. Tapi, benarkah demikian?

 

Kompres air hangat untuk atasi asam urat

Dalam bhs medisnya, asam urat disebut bersama dengan gout artritis. Menurut dr. Andika Widyatama , asam urat terjadi di tubuh disaat terdapat penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan. Bagian yang paling kerap mengalami nyeri sendi akibat asam urat adalah kaki.

Penyebab asam urat sendiri bervariasi, jadi dari diet, berlebihan berat badan (obesitas), kondisi medis, dan terdapatnya riwayat penyakit yang serupa pada keluarga. Saat asam urat menyerang, seseorang yang mengalaminya dapat merasakan nyeri yang hebat pada persendian. Lalu, bolehkah nyeri selanjutnya dikompres bersama dengan air hangat?

 

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, kompres air hangat sebenarnya boleh-boleh saja diberikan andaikan asam urat yang dirasakan terlalu mengganggu atau akut. Namun, harus digarisbawahi bahwa kompres selanjutnya hanya mampu mengurangi rasa sakit, bukan mengurangi bengkak.

Selain mengakibatkan nyeri, asam urat termasuk membawa dampak bengkak. Menurut dr. Devia, penanganan untuk kondisi bengkak akibat asam urat selanjutnya tetap harus diatasi bersama dengan mengonsumsi obat.

Jadi, mampu dibilang kompres air hangat hanya tindakan awal saja. Sambil dikompres, Anda mampu mengonsumsi obat antinyeri untuk meredakan sakit dan bengkaknya.

“Biasanya penderita asam urat harus meminum obat antinyeri yang mempunyai golongan NSAID (Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug). Meski demikian, kadang kala obat style steroid termasuk mampu diberikan andaikan sebenarnya diperlukan,” sambung dr. Devia.

 

Obat-obatan untuk asam urat

Menurut dr. Andika, obat-obatan untuk menangani asam urat sebaiknya dipergunakan hanya untuk menangani serangan akut, pencegahan serangan, dan juga menurunkan risiko komplikasi.

“Saat terjadi serangan, dokter dapat beri tambahan obat-obatan pereda nyeri dan antiradang seperti ibuprofen, colchicine, dan prednison,” ujar dr. Andika.

Pemberian obat untuk asam urat mampu berbeda-beda pada tiap-tiap tahapan. Apabila kadar asam urat terpantau tinggi tetapi serangan belum terjadi, obat yang kerap digunakan untuk menurunkan kadar asam urat adalah allopurinol dan probenecid.

“Allopurinol mampu menghalangi kuantitas memproses asam urat oleh tubuh, tetapi probenecid mampu meningkatkan kemampuan ginjal untuk mengikis asam urat dari dalam tubuh,” memahami dr. Andika.

Selain bersama dengan usaha kompres air hangat solahart dan mengonsumsi obat-obatan tersebut, penanganan asam urat termasuk mampu dilakukan secara independen supaya tidak terjadi kekambuhan berulang.

 

Mencegah asam urat singgah kembali

Bagaimanapun, menahan lebih baik daripada mengobati. Salah satu langkah yang mampu langsung Anda melaksanakan adalah bersama dengan mobilisasi tipe hidup sehat. Perubahan formalitas harian yang harus dilakukan antara lain:

 

-Konsumsi air putih 2 liter per hari

-Hindari mengonsumsi alkohol dan minuman bersama dengan pemanis fruktosa
-Batasi mengonsumsi makanan bersama dengan kadar purin tinggi seperti daging merah, jeroan, kerang, dan udang
-Olahraga secara rutin, paling tidak 3 hingga 5 kali per minggu bersama dengan durasi sepanjang 30–60 menit
-Usahakan untuk berada di berat badan ideal

Jadi, kompres air hangat sebenarnya terlalu mampu diandalkan untuk mengurangi nyeri sendi disaat asam urat menyerang tetapi sukar memperoleh obat. Meski demikian, supaya asam urat tidak menyerang, melaksanakan usaha pencegahan bersama dengan pergantian tipe hidup seperti diasarankan di atas.

About Drajad