Berikut Ini Cara Memulihkan Kondisi Bisnis

Strategi Diversifikasi Usaha Efektif Untuk Penjualan

Setiap manusia pastinya tidak akan terlepas dari masalah di dalam hidupnya. Baik itu masalah keluarga, masalah kerja, hingga masalah bisnis atau keuangan. Bicara soal masalah keuangan, kondisi ini bisa terjadi saat bisnis atau usaha yang sedang anda jalankan mengalami penurunan.

Lantas, bagaimana solusinya? Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini akan coba membahas tentang tips untuk memulihkan kondisi bisnis yang sedang memburuk :

  1. Hadapi Masalah Dengan Bijak dan Tenang

Pada saat kondisi bisnis semakin memburuk, biasanya anda akan menganggap segala sesuatunya pada kondisi yang buruk juga atau megenarilisir suatu masalah. Padahal bisnis ini memiliki jurang dan lembah, artinya bisnis itu kadang meningkat kadang juga mengalami penurunan. Oleh karena itu, dalam hal ini anda harus bersikap lebih bijaksana dan tenang dalam menghadapi situasi seperti ini.

 

  1. Melakukan Diversifikasi

Adapun pengertian diversifikasi adalah salah satu strategi perusahaan yang sangat ampuh, baik dari sisi keuangan ataupun pemasaran. Sedangkan pengertian diversifikasi di dunia bisnis adalah memproduksi sejumlah produk dengan unsur intrinsik yang mirip, namun tetap mempunyai perbedaan dari segi lainnya. Misalnya dari segi ukuran, jenis, merek, dan lain sebagainya.

Bukan hanya diversifikasi produk, perusahaan juga bisa melakukan diversifikasi di berbagai sektor bisnis, seperti penyedia bahan baku, investasi, dan cabang perusahaan.

Sebagai contoh, perusahaan A membuka cabang B dan C yang sama-sama memproduksi sabun mandi. Di pasar cabang B dan C seolah-seolah seperti bersaing ketat untuk memperebutkan konsumen, namun sebenarnya kedua cabang tersebut sama-sama dari perusahaan A.

Tujuan Diversifikasi Perusahaan

Ada beberapa tujuan dilakukannya diversifikasi, antara lain:

  • Meningkatkan Perusahaan Laba

Meningkatkan perusahaan laba merupakan tujuan diversifikasi yang utama. Dengan diproduksinya banyak produk dalam satu waktu sekaligus, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan potensi penjualn yang lebih banyak lagi.

Bukan hanya itu, diversifikasi juga bisa meminimalisir potensi mengalami kerugian bagi perusahaan saat ada produknya yang kurang laku.

 

  • Memperluas Market Share

Tujuan diversifikasi selanjutnya adalah untuk memperluas market share (pangsa pasar). Market Share merupakan komponen penting untuk menentukan kesuksesan bisnis, terutama jika memiliki banyak kompetitor.

Selain itu, diversifikasi produk juga bisa membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk dibeli.

 

  • Agar Konsumen Tidak Bosan Dengan Suatu Produk

Tujuan diversifikasi lainnya adalah untuk mencegah kebosanan masyarakat/konsumen atas suatu produk. Ada sebuah istilah di dunia manufaktur yang disebut dengan ‘product life cycle’, yakni siklus hidup dari sebuah produk mulai dari pertamakali rilis hingga mengalami penurunan penjualan.

 

  • Personalisasi Produk Sesuai Karakteristik Target Pasar

Dalam dunia usaha, setiap produk memiliki target pasar dengan personal berbeda. Jadi, dengan melakukan diversifikasi, pengusaha dapat membuat berbagai produk yang sudah terpersonalisasi, yakni menyesuaikan dengan target pasar.

 

  • Untuk Mengalahkan Kompetitor

Tujuan diversifikasi yang terakhir adalah dapat membantu suatu perusahaan untuk mengalakan kompetitornya. Perusahaan akan lebih mudah mengungguli kompetitornya dengan kombinasi penguasaan market share, inovasi, dan personaliasi produk.

Jenis Strategi Diversifikasi

Secara garis besar, diversifikasi terbagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Diversifikasi Vertikal

Diversfikasi Vertikal adalah strategi membuat sebuah produk dengan level kegunaan berbeda-beda, namun masih dapat melengkapi/menggatikan satu sama lain. Contohnya adalahmenjual kitchen set yang terpisah, sparepart kendaraan, produksi susu sapi dan susu kedelai formula dalam satu perusahaan, dan lain sebagainya.

 

  • Diversifikasi Horizontal

Diversifikasi Horizontal adalah adalah strategi membuat sejumlah produk dengan jenis yang sama, namun dibedakan dari segi brand, ukuran, atau target pasar. Cara ini paling banyak dilakukan oleh perusahaan di Indonesia.

Contoh sejumlah produk diversifikasi horizontal di antaranya adalah shampoo, sabun mandi, mie instan, obat-obatan, minuman, dan lain sebagainya.

About sartika