Ketahanan Energi RI Lebih Singkat dari Malaysia & Singapura

Ketahanan kekuatan Indonesia sementara ini tetap kalah bersama dengan Malaysia dan Singapura, Indonesia hanya punya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) 22 hari, lebih singkat daripada dua negara tetangganya tersebut.

Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengatakan, rendahnya kualitas ketahanan kekuatan Indonesia dibandingkan ke-2 negara tetangga berikut amat memprihatinkan.

Dengan penduduk 4,7 juta jiwa, Singapura tercatat punya stok BBM selama 90 hari. Sementara Malaysia yang berpenduduk 28,27 juta punya stok BBM 25 hari. Di pihak lain, Indonesia punya yang penduduknya mencapai 242 juta punya stok BBM 22 hari.

“Singapura penduduknya 4,7 juta cadangan mereka 90 hari, Malaysia penduduk 28 juta stoknya 25 hari,” kata Dito, didalam acara forum energi, di kawasan Kuningan.

Menghadapi keadaan tersebut, Dito menilai negara harusnya turut mengurusi ketahanan energi. Selama ini, persoalan penyediaan stok BBM hanya ditunaikan oleh PT Pertamina (Persero).

Selain stok yang minim, kapasitas dan kulaitas kilang Indonesia termasuk udah tidak kembali memumpuni. Saat ini kilang Indonesia hanya mampu memproses minyak mentah 800 ribu barel. Malaysia bersama dengan kuantitas penduduk lebih sedikit mampu memproses 722 ribu barel Flow Meter Solar minyak mentah.

“Ada kilang Dumai, Balikpapan, kemudia Cilacap, yang terahir 1994 di Balongan sejak itu sampai hari ini tidak ada kilang, kapasitas kami 800 ribu barel,” ungkapnya.

Meski kapasitas kilang lebih besar, Indonesia takkan mampu sepadan bersama dengan Malaysia sebab kuantitas penduduk yang tergolong besar. “Kita penduduk terbesar keempat didunia. Kita krisis kekuatan kilang,” kata dia

About toha