KOLABORASI BUMN DAN UMKM MELALUI PADI UMKM

Kabar gembira kembali hadir bagi bangsa Indonesia. Di tahun 2020 ini, PaDi UMKM telah hadir untuk menghadirkan kolaborasi antara BUMN dan UMKM. Kedua sektor utama di perekonomian Indonesia ini akan memberikan kontribusi yang lebih dari biasanya.

BUMN memang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia selama ini. Ada bentuk BUMN yang masih dalam bentuk Persero merupakan bentuk joint venture antara 51% saham yang dimiliki negara dan sisanya dimiliki oleh pihak swasta baik asing maupun lokal.

Sedangkan BUMN yang disebut Perusahaan Umum atau biasa disingkat Perum, merupakan BUMN yang sepenuhnya dimiliki oleh negara dan tidak dalam bentuk saham. Biasanya mereka yang berbentuk Perum menguasai beberapa sektor penting negara yakni seperti sumber daya alam yang tentu sangat penting disediakan bagi masyarakat negara.

Bahkan ada beberapa perusahaan negara yang merupakan peralihan dari zaman kolonial Belanda, sebut saja Bataafsche Petroleum Matschappij (BPM) yang kini dikenal dengan sebutan Pertamina. Bank sentral Indonesia yang dikenal Bank Indonesia merupakan peralihan dari De Javasche Bank milik Belanda dulu. Tetapi Bank Indonesia bukanlah sebuah BUMN.

Jadi dari sejak lama BUMN sudah terjun ke dalam perekonomian Indonesia dan memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi negara.

Tidak berbeda dari BUMN, UMKM juga memiliki peran yang tidak kalah penting. UMKM merupakan usaha yang berada di kelas mikro, kecil dan menengah. Mereka tidak memiliki modal dan omset penjualan yang besar. Oleh karena itu 99% unit usaha di Indonesia masih didominasi oleh UMKM.

Banyak sekali kategori penjualan yang masih berada di tingkat UMKM, sebut saja fashion, makanan, mebel dan masih banyak lagi jenis usaha lainnya yang masih berada di tingkat UMKM.

UMKM sendiri juga berhasil menyerap 97% tenaga kerja yang ada di Indonesia dari total 120 jutaan lapangan kerja yang tersedia. Bahkan jumlah UMKM di Indonesia saat ini sudah mencapai 64 juta unit usaha dan kemungkinan akan terus bertambah.

64 juta unit usaha merupakan 99% dari total unit usaha yang ada di Indonesia (termasuk unit usaha besar). Bahkan UMKM Indonesia juga menyumbangkan Rp8 ribu trilliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, 60% dari total PDB Indonesia yang berada di angka Rp14 ribu trilliun.

Oleh karenanya kehadiran PaDi UMKM sangat mendorong munculnya sinergi dari kedua belah pihak dan diharapkan dapat memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Apalagi pemerintah telah mewajibkan BUMN untuk melakukan transaksi pengadaan barang dan jasa melalui UMKM.

Pengadaan barang dan jasa BUMN yang biasa dilakukan dengan cara sistem tender saat ini harus dilakukan melalui platform digital PaDi UMKM. Tetapi perlu diingat juga, bahwa transaksi ini merupakan proyek BUMN yang berada di bawah Rp14 milliar. Untuk proyek BUMN yang di atas Rp14 milliar tetap dilakukan dengan sistem tender.