Mahasiswa Kedokteran dan Farmasi Unhas Ikut Lomba Riset

Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali bakal tunjukkan kualitasnya pada ajang lomba inovasi riset internasional bertajuk Bangkok International Intellectual Property Invention Innovation plus Technology Exposition.

Sebanyak delapan mahasiswa Unhas yang terdiri dari mahasiswa Kedokteran dan Farmasi bakal tampil pada kompetisi internasional yang digelar oleh Dewan Riset Nasional Thailand atau The National Research Council of Thailand (NRCT).

Tak hanya wakil Unhas, ajang selanjutnya bakal dihadiri oleh banyak peneliti dunia baik dari kalangan mahasiswa, dosen, dan peneliti profesional lainnya.

Kepala Unit Humas dan Protokoler Unhas, Ishaq Rahman mengabarkan, kedelapan mahasiswa selanjutnya bakal terbang ke Bangkok pada 31 Januari mendatang dan bakal kembali ke Makassar pada 7 Februari.

Salah satu peserta dari Kedokteran, Ummu Aiman, menyebutkan bahwa timnya bakal mempersentasikan hasil risetnya yang berjudul Arthogel: Inovation of Emulgel Topical Dosage Form Containing Shallot (Allium cepa) Peel Extract as a Potential Candidate for Rheumatoid Arthritis Treatment.

Sebuah riset yang meneliti mengenai limbah kulit bawang merah yang dapat membuahkan gel (balsem) yang dapat menyembuhkan nyeri sendi atau arthritis. Ummu Mahasiswa jurusan Ilmu Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unhas pun berharap meraih juara dalam lomba internasional tersebut.

“Harapannya kita dapat membawa juara bagi Unhas dan lisensi paten product dan juga meraih pengalaman-pengalaman mengenai inovasi,” kata Ummu Aiman.

Sementara dari tim Farmasi, Risdayanti (mahasiswa angkatan 2015) bakal mempersentasikan hasil riset timnya berbentuk Mikroemulsi Captox-Spray. Sebuah product yanh dapat berfaedah sebagai anti rayap (anti-termes) alami yang dapat membunuh rayap bersama dengan angka kematian seratus persen. Dimana produknya berasal dari ekstrak belimbing wuluh dan diformulasi dalam wujud sediaan semprotan mikroemulsi captox.

“Mikroemulsi Captox-Spray dapat menaikkan kelembapan sehingga kayu kering, tingkat toksisitas rendah sebab penggunaan bahan ramah lingkungan, dapat digunakan untuk pengobatan profilaksis untuk mencegah rayap atau jamur, dan dapat digunakan untuk membunuh rayap atau kerusakan kayu,” kata Risdayanti.

Tim Farmasi pas ini sedang buat persiapan pembuatan brosur, poster, dan product yang bakal dibawa pada pas lomba. Sehingga, dalam pas dekat timnya dapat berangkat bersama dengan tim dari Fakultas Kedokteran untuk mewakili mahasiswa Unhas di ajang prestisius selanjutnya yang akan dibuat judul skripsi kedokteran

About toha

Check Also

3 Pilar Bisnis PT Sarana Multi Infrastruktur

Secara umum, PT Sarana Multi Infrastruktur melaksanakan tugas mereka sebagai katalis dalam mendukung pembiayaan pembangunan …