Ini yang Akan Terjadi Bila Kamu Tersengat Listrik

Tubuh manusia sendiri merupakan penghantar listrik, sehingga akan mudah bereaksi terhadap listrik. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh jenis dan kekuatan arus listrik, lamanya kontak dengan arus listrik, dan bagian tubuh yang terkena. Saat terkena aliran listrik, hal-hal berikut dapat terjadi pada tubuh, yaitu:

1. Gangguan irama jantung

Jantung merupakan organ penting yang terkena sengatan listrik. Pasien listrik mungkin mengalami gangguan detak jantung, seperti Atrial Fibrillation (AF) dan Ventricular Fibrillation (VF). Keduanya dapat terjadi pada arus tegangan rendah.

Ingin lebih banyak mencari informasi dunia kelistrikan? Bisa kunjungi situs wira electrical pada tautan tersebut.

Gangguan pada detak jantung menyebabkan darah tidak terpompa dengan baik ke seluruh tubuh, menurunkan tekanan darah, menyebabkan jantung mati. Kondisi tersebut bisa terjadi sesaat setelah listrik hingga 12 jam setelah itu.

2. Gangguan pernapasan

Sengatan listrik dapat menyebabkan kontraksi otot pernapasan yang tidak terkontrol, sehingga pasien sulit bernapas. Selain itu, arus listrik yang mengganggu otak juga dapat memengaruhi pusat pernapasan dan menyebabkan sesak napas.

3. Bakar

Luka akibat sengatan listrik sering kali tampak kecil, hanya meninggalkan bekas di bagian samping saat bersentuhan dengan sumber arus. Dari luar, luka bakar akan tampak kemerahan dengan elastisitas air. Namun, panas dari luka bisa merusak jaringan kulit dalam, bahkan otot tulang. Kerusakan kulit yang rusak menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan dehidrasi.

4. kejang dan gangguan saraf lainnya

Arus listrik dapat menyebabkan terganggunya aliran saraf sehingga penderitanya mengalami kejang hingga ia sadar kembali. Tak hanya itu, arus listrik juga dapat menyebabkan cedera tulang belakang (tulang belakang) yang menyebabkan kelumpuhan pada anggota tubuh.

Gangguan saraf juga bisa terjadi pada penderita tegangan rendah. Kondisi ini umumnya dapat menyebabkan nyeri kronis dan terus-menerus (neuropati kronis) pada beberapa bagian tubuh, terutama pada anggota tubuh.

5. Cedera akibat gerakan spontan

Setelah listrik, korban umumnya akan melakukan gerakan yang tidak disengaja, seperti melompat dan jatuh. Gerakan ini bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh, terutama tulang. Dari luka tumpul pada kepala, punggung dan kaki hingga patah tulang yang dapat terjadi akibat dipukul atau dipukul oleh benda berat di sekitar korban.

Cegah sengatan listrik dengan tindakan pencegahan

Gangguan kesehatan akibat sengatan listrik yang terjadi cukup mengancam nyawa. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan tindakan pencegahan. Tutupi semua area dengan tegangan listrik dan berpotensi menghantarkan arus listrik dengan penghalang isolasi, seperti karet atau plastik.

Jangan menyentuh kabel daya saat tangan Anda basah atau menyentuh kabel yang rusak. Sedangkan jika Anda menemukan seseorang yang memiliki aliran listrik, matikan sumber listrik jika memungkinkan jika kondisinya aman. Dorong korban untuk menggunakan benda non-listrik, seperti sapu atau tongkat kayu, untuk menjauhkannya dari listrik.

Pastikan Anda aman dengan berdiri di atas alas karet atau tumpukan kain. Jangan lupa gunakan karet gelang. Kemudian, segera hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat. Sengatan listrik atau listrik tidak bisa dianggap enteng. Anda bisa belajar dari meninggalnya almarhum Ridwan Zaelani, adik penyanyi Syahrini.

Periksa kabel di rumah Anda secara rutin untuk menghindari sengatan listrik karena Anda lupa mengganti atau memperbaiki kabel yang rusak.